Memahami Laporan Arus Kas untuk Pengelolaan Keuangan Perusahaan Anda

Memahami Laporan Arus Kas untuk Pengelolaan Keuangan Perusahaan Anda

Setiap akhir bulan, Anda pasti ingin tahu berapa saldo yang masih ada di rekening, bukan? Hal ini juga yang berlaku di perusahaan. Nah, untuk tujuan tersebut, manajemen perusahaan biasanya melihat laporan arus kas. Di sanalah saldo akhir atau kas perusahaan diinformasikan.

Melalui laporan arus kas, manajemen dapat mengetahui berapa penerimaan dan pengeluaran sebuah organisasi dalam satu periode tertentu. Kondisi surplus maupun defisit juga dapat terlihat dari laporan ini.

Laporan arus kas juga merupakan semacam akumulasi dari aktivitas keuangan perusahaan. Untuk mempermudah evaluasi, biasanya arus kas dilaporkan per tahun. Selain itu, juga untuk memudahkan perusahaan dalam menyusun rencana keuangan di tahun berikutnya.

Banyak organisasi nirlaba yang hidup dari sokongan dana publik, mengumumkan arus kas dalam laporan tahunan mereka. Ini dimaksudkan agar para donatur juga khalayak luas mengetahui aktivitas organisasi tersebut per tahun. Aktivitas itulah yang menggambarkan untuk apa uang donasi mereka, digunakan.

Pengertian Laporan Arus Kas

Laporan arus kas atau cash flow statement adalah salah satu komponen laporan keuangan. Ia menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas sebuah organisasi dalam satu periode tertentu.Dengan melihat laporan ini, kita dapat mengetahui bagaimana perputaran arus kas suatu perusahaan.

Untuk menyusun laporan arus kas, Anda membutuhkan catatan tentang penerimaan kas perusahaan. Data ini disebutkan sebagai arus kas masuk dalam laporan arus kas. Ini didapatkan dari pendapatan tunai, sebagai hasil dari kegiatan operasional perusahaan. Investasi tunai juga dapat dicatat pada pos arus kas masuk ini.

Selain catatan penerimaan kas, Anda juga membutuhkan catatan aktivitas pengeluaran kas. Arus kas keluar, adalah nama pos ini dalam laporan arus kas. Ia didapat dari beban-beban yang harus dibayarkan perusahaan. Tidak hanya beban operasional saja, namun investasi yang dikeluarkan untuk ekspansi bisnis perusahaan, juga tercakup di dalamnya.

Di akhir laporan arus kas, manajemen perusahaan dapat melihat posisi kas perusahaan. Ini disebut dalam laporan sebagai arus kas bersih. Nominal arus kas bersih didapat dari mengurangi jumlah arus kas masuk dengan arus kas keluar. Jika arus kas bersih menunjukkan angka positif, berarti perusahaan mengalami surplus alias memperoleh laba. Demikian pula sebaliknya.

Klasifikasi Laporan Arus Kas

Sebuah perusahaan yang sehat tentunya memiliki banyak transaksi atau aktivitaskeuangan. Untuk mewadahi bermacam aktivitas tersebut, dalam laporan arus kas dibuat klasifikasi. Ini dilakukan agar laporan tersebut lebih spefisik saat memberikan informasi. Dengan demikian semakin memudahkan manajemen perusahaan untuk melakukan evaluasi keuangan.

Fungsi Manajemen Humas

Laporan arus kas dibagi menjadi tiga bagian. Hal ini adalah sesuai dengan aktivitas keuangan yang umumnya dilakukan oleh perusahaan. Aktivitas keuangan tersebut adalah operasi, investasi, dan pendanaan. Selanjutnya akan dijelaskan berikut ini:

  • Kas Aktivitas Operasi

Aktivitas operasi adalah aktivitas utama penghasil pendapatan perusahaan, dan secara langsung berimbas pada kas.Karena merupakan catatan atas penghasilan perusahaan, maka dalam laporan kas ini, arus kas masuk sebagian besar berasal dari hasil penjualan barang dan atau jasa.

Selain itu, penerimaan dari pembayaran royalti, komisi, atau fee juga dapat dicatat disini. Termasuk juga pembayaran kontrak untuk tujuan transaksi dan perdagangan.

Lain halnya pada pos pengeluaran atau arus kas keluar, kas aktivitas operasi biasanya paling banyak mencatat pembayaran gaji karyawan. Selain itu, pembayaran kepada pemasok barang (supplier) dan penerimaan kembali pajak penghasilan, juga biasanya dicatat pada laporan kas ini.

  • Kas Aktivitas Investasi

Untuk mengembangkan perusahaan, seringkali para pengusaha melakukan aktivitas investasi. Agar dapat lebih mudah melakukan pemantauan terhadap perkembangan investasi itu, maka diperlukan pencatatan tersendiri terhadap aktivitas keuangan untuk tujuan tersebut.

Lalu apa sajakah yang termasuk dalam aktivitas investasi? Aktivitas keuangan seperti perolehan penjualan dan pembelian aktiva tetap, adalah salah satu contohnya. Perolehan perusahaan dari pelepasan aset jangka panjang, juga termasuk dalam aktivitas investasi ini.

Pada kas aktivitas investasi, pos penerimaan dapat berasal dari penjualan tanah, bangunan, dan peralatan. Perolehan saham dan instrumen keuangan lain juga dapat menjadi sumber penerimaan.

Pengeluarannya dapat berupa pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang. Pengeluaran lain biasanya berupa uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya.

  • Kas Aktivitas Pendanaan

Klasifikasi ketiga dari laporan arus kas ini mencatat aktivitas keuangan yang berhubungan dengan investasi pemilik, pengambilan uang oleh pemilik, dan peminjaman dana. Kas ini dapat juga diartikan aktivitas keuangan yang menyebabkan perubahan jumlah dan komposisi modal, juga pinjaman.

Emisi saham, emisi obligasi, pinjaman, wesel, dan hipotik, adalah beberapa aktivitas yang dapat tercatat dalam penerimaan kas pada kas aktivitas pendanaan ini. Di sisi lain, pengeluaran kas dapat berupa pembayaran kas kepada pemegang saham, juga pelunasan pinjaman.

Cara Menyusun Laporan Arus Kas

Dalam keseluruhan proses pembuatan laporan keuangan secara utuh, laporan arus kas dibuat setelah laporan neraca. Ada dua sumber data yang digunakan, yaitu laporan laba rugi tahun berjalan dan neraca. Neraca yang digunakan sebagai dasar penyusunan ini adalah, neraca tahun berjalan dan neraca tahun sebelumnya.

Langkah pertama, ambil kesimpulan dari laporan laba rugi pada tahun berjalan. Jika terjadi laba, maka dapat menjadi salah satu input untuk dicatat dalam pos penerimaan atau arus kas masuk, pada laporan arus kas yang akan Anda susun.

Langkah kedua adalah membandingkan kedua neraca tersebut di atas. Tujuan perbandingan ini adalah untuk mengetahui perubahan apa saja yang terjadi pada pos-pos atau akun-akun dalam neraca.

Caranya adalah dengan membandingkan masing-masing pos yang sama pada setiap neraca. Atau dapat pula dengan mengamati masing-masing pos tersebut, pada neraca awal dan neraca akhir satu periode.Hal tersebut dimungkinkan, karena pada prinsipnya, neraca akhir satu periode akan menjadi neraca awal bagi periode berikutnya.

Langkah ketiga adalah mencari dan menghitung perubahan apa saja yang terjadi pada pos-pos neraca. Besarnya perubahan dihitung dengan mencari selisih nominal pos yang sama pada kedua neraca.

Jika terjadi kenaikan saldo pada neraca berikutnya, itu disebut perubahan naik. Namun, jika yang terjadi malah penurunan saldo, maka disebut dengan perubahan turun.

Langkah keempat, menginput semua pos neraca ke dalam format laporan arus kas. Ini dimulai dari pos penerimaan terlebih dahulu. Urutan input aktivitas keuangannya adalah pertama, catat laba terlebih dahulu, lalu aktivitas operasi, kemudian investasi, terakhir aktivitas pendanaan. Demikian juga pada pos pengeluaran.

Langkah terakhir, jangan lupa untuk menjumlahkan seluruh pos penerimaan dan pengeluaran. Setelahnya, hitung selisih kas masuk dengan kas keluar. Caranya adalah dengan mengurangi arus kas masuk dengan kas keluar. Anda akan mendapatkan saldo kas perusahaan di akhir periode, atau yang disebut dengan kas bersih.

Tujuan Laporan Arus Kas

Seperti telah disebutkan di atas, bahwa laporan arus kas memberikan informasi kepada manajemen tentang saldo akhir atau kas bersih perusahaan di akhir tahun. Itulah mengapa laporan ini disusun.

Secara umum, laporan arus kas bertujuan untuk membantu manajemen melakukan evaluasi terhadap kegiatan operasional dan aktivitas keuangan pada tahun berjalan. Berdasarevaluasi tersebut, maka mereka dapat merencanakan aktivitas investasi serta pembiayaan di masa mendatang.

Berbicara tentang evaluasi dan perencanaan, secara lebih detail arus kas dilaporkan agar pada tahun berikutnya, perusahaan dapat melakukan prediksi terhadap kemampuan finansialnya. Ini menjadi satu hal yang penting, karena bagaimanapun—meski bukan yang utama— uang  memiliki peran vital dalam sebuah perusahaan.

Dengan melakukan prediksi kemampuan finansial tersebut, manajemen perusahaan dapat merumuskan langkah kebijakan perusahaan berikutnya. Hal ini terkait dengan perbaikan kinerja perusahaan. Apakah harus mengurangi jumlah pegawai atau melakukan efisiensi peralatan kerja? Begitu pula dengan keputusan lain yang sejenis.

Lebih khusus lagi, dengan melaporkan arus kas, sebuah perusahaan dapat mengerti hubungan laba bersih terhadap perubahan kas perusahaan. Apakah laba yang diperoleh signifikan dalam menambah kas, misalnya.Ataukah laba bersih dapat memperpanjang ‘hidup’ perusahaan?

Terakhir, tujuan khusus dari penyusunan laporan arus kas adalah untuk melakukan prediksi terhadap arus kas perusahaan pada periode berikutnya. Hal ini penting bagi manajemen sebagai landasan jika ingin melakukan ekspansi bisnis perusahaan di masa depan.

Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan

Sebagai panduan Anda dalam menyusun laporan arus kas, berikut beberapa contoh formatnya :

Laporan Arus Kas Mudah
akuntansiitumudah.wordpress.com

 

Laporan Arus Kas Akuntansi
akuntansipendidik.com

 

Laporan Arus Kas Perusahaan
akuntansionline.id

Manfaat Laporan Arus Kas

Kehidupan suatu perusahaan tidak hanya ditentukan oleh pemilik, manajemen dan karyawan perusahaan saja. Ada pihak-pihak eksternal yang turut mendukungnya.

Karenanya, menyusun laporan arus kas tidak hanya memberikan manfaat bagi pemilik dan manajemen perusahaan saja. Laporan tersebut juga memberikan informasi mengenai kondisi kas perusahaan pada pihak investor, kreditur, dan pihak-pihak eksternal lain yang membutuhkannya.

Sekurangnya, ada tiga manfaat yang dapat diambil oleh pihak eksternal tersebut dari laporan arus kas perusahaan. Pertama, informasi yang mereka dapatkan dari laporan arus kas suatu periode, dapat memberikan gambaran bagi mereka tentang kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas pada periode berikutnya.

Manfaat kedua adalah berdasarkan arus kas yang dilaporkan, pihak eksternal dapat mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Umumnya adalah kewajiban operasional seperti membayar gaji karyawan, membayar pemasok, dan sebagainya. Lebih khusus adalah kewajiban perusahaan dalam membayar dividen.

Ketiga, dengan informasi mengenai berapa banyak dana atau kas masuk dan keluar, sehingga dapat menghitung berapa laba bersih perusahaan. Pada akhirnya, dari laba bersih tersebut dapat diperkirakan bagaimana perkembangan dan kesuksesan perusahaan di masa mendatang.

Tiga manfaat tersebut tentunya sangat krusial bagi para pihak eksternal. Penting bagi investor agar mereka dapat merasa bahwa investasi mereka aman dan menguntungkan. Sedangkan bagi kreditur, ini penting agar mereka mendapatkan jaminan kepastian uang yang mereka hutangkan dapat dibayar kembali.

Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

Laporan arus kas disajikan dalam dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Apakah perbedaan kedua cara tersebut?

Laporan arus kas dengan metode langsung, cara penyusunannya adalah berdasarkan pada buku kas atau bank. Pelaporan arus kas dilakukan dengan mencatat pos-pos penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi secara lengkap terlebih dahulu. Selanjutnya, diteruskan dengan mencatat pos dari aktivitas investasi dan pendanaan atau pembiayaan.

Pada metode tidak langsung, penyusunan pos atau akun berdasarkan pada laporan laba rugi dan neraca. Laba atau rugi bersih ditentukan dengan melihat sekurangnya tiga hal.

Pertama, pengaruh transaksi bukan kas. Faktor penentu kedua adalah penangguhan dari penerimaan kas untuk aktivitas operasi pada periode lalu dan masa mendatang. Terakhir, ditentukan oleh unsur beban atau penghasilan yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.

Masing-masing metode penyajian tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulan metode langsung adalah pada laporannya terdapat informasi tentang sumber dan penggunaan kas.

Dalam metode yang satu ini, berbagai kegiatan operasional yang paling krusial akan dikelompokkan. Pada penyajiannya, metode langsung juga mudah dimengerti, dan menampilkan lebih banyak data untuk pengambilan keputusan.

Namun, untuk menyajikan data dengan metode langsung, dibutuhkan effort lebih banyak. Ini karena data yang dibutuhkan biasanya tidak mudah didapatkan, dan biaya pengumpulannya juga relatif mahal.

Hal ini yang kemudian menjadi keunggulan tersendiri bagi metode tidak langsung. Biaya pengumpulan data untuk metode ini lebih murah. Ini karena data yang dibutuhkan sudah tersedia.

Metode tidak langsung terfokus pada perbedaan antara laba bersih dengan arus kas dari aktivitas operasi. Untuk tujuan tersebut, metode ini menunjukkan hubungan antara laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

Dalam penyajiannya, pada metode tidak langsung mengawalinya dengan pencatatan laba bersih.  Kemudian melakukan penyesuaian terhadap laba bersih tersebut hingga diperoleh arus kas dari aktivitas operasi.

Laporan Arus Kas Langsung
sideplayer.info

Rumus Pengerjaan Laporan Arus Kas

Sekilas, membaca laporan arus kas memang terlihat sedikit rumit, ya? Anda akan lebih mudah memahaminya jika sudah mengerti rumusnya. Lalu bagaimanakah rumus pengerjaan laporan arus kas?

Rumus berikut ini adalah untuk mengerjakan laporan arus kas dengan metode tidak langsung. Seperti telah disebutkan di atas, bahwa pada metode tidak langsung, hal pertama adalah melakukan penyesuaian pada laba bersih. Pada laporan arus kas, aktivitas operasi perusahaan didapatkan dari transaksi yang mempengaruhi laba bersih tersebut.

Untuk memahami logika tersebut di atas, Anda dapat mengacu kembali pada persamaan dasar akuntansi. Persamaan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Laba bersih adalah komponen penyusun laba ditahan.
  • Dan laba ditahan merupakan komponen penyusun ekuitas pemilik.
  • Normalnya laba ditahan dicatat pada kredit.
  • Setiap laba bersih bertambah, maka nominal laba ditahan akan bertambah pula.
  • Dengan demikian, akun normal laba bersih adalah pada kolom kredit.

Berdasar pada persamaan tersebut, kemudian Anda dapat menggunakan logika akun normal dari kelompok akun lain yang mempengaruhi laba bersih. Yaitu setiap penambahan dan pengurangan dari akun-akun yang termasuk dalam kelompok aset dan kewajiban, dari aktivitas operasi lancar.

Seperti telah diketahui bahwa untuk membuat laporan arus kas, Anda harus melakukan perbandingan terlebih dahulu terhadap data neraca tahun lalu dan tahun berjalan. Selain perubahan pada akun-akun aset dan kewajiban, perhatikan pula depresiasi dan atau amortisasi, juga angka laba atau rugi dari pelepasan aset tetap.

Dengan logika seperti di atas, rumus pengerjaan laporan arus kas sebagai berikut :

1. Beban Depresiasi atau Amortisasi

Perubahan dalam akun ini tidak berpengaruh dalam kas, namun dimasukkan dalam perhitungan untuk menghitung laba rugi. Karenanya, untuk mencari arus kas bersih, beban ini harus ditambahkan dalam angka laba rugi.

2. Laba Rugi Atas Pelepasan Aset Tetap

Pelepasan aset tetap salah satunya adalah melalui penjualan. Pada laporan arus kas, transaksi ini masuk ke dalam aktivitas investasi.

Sementara, laba/rugi atas pelepasan aset tetap telah mempengaruhi nila laba/rugi dalam laporan laba rugi. Karenanya, nominal keuntungan atau kerugian tersebut harus dikeluarkan dari aktivitas operasi.

Keuntungan dari penjualan aset akan menambah nilai laba rugi. Sehingga, saat menyusun laporan arus kas, ia akan mengurangi aktivitas operasi. Sedangkan kerugian telah mengurangi laba, sehingga ia akan masuk kembali dalam akun laba bersih, caranya adalah dengan menambahkannya.

3. Piutang Usaha

Perhatikan perubahan akun ini, apakah terjadi penambahan atau pengurangan dari tahun sebelumnya. Akun normal piutang usaha adalah pada sebelah debit.

Dengan demikian, jika terjadi penambahan, ia akan dicatat dalam debit. Pengurangan piutang usaha akan masuk dalam kredit. Karenanya, jika terjadi penambahan piutang usaha, ia akan berlawanan dengan laba bersih di kredit. Maka penyesuaiannya adalah dengan mengurangi laba bersih.

Fungsi Manajemen Prestasi

4. Beban Dibayar di Muka

Meski namanya adalah beban, ia sebenarnya adalah piutang. Contohnya adalah asuransi dibayar di muka atau sewa dibayar di muka.

Karena sifatnya sama dengan piutang, maka dalam akun normal, penambahan beban dibayar di muka akan dicatat dalam debit. Jika ia berkurang, maka akan dicatat dalam kredit. Penurunan ini akan menambah laba bersih karena sama-sama tercatat dalam kredit.

5. Persediaan

Seperti akun aset yang lain, persediaan normalnya ada di sebelah debit. Dengan sendirinya, jika terjadi penambahan ia akan tercatat pula di debit. Karena berlawanan dengan akun normal laba bersih, maka saat melakukan penyesuaian, penambahan persediaan akan mengurangi laba bersih.

6. Utang Usaha

Saldo normal dari akun utang usaha adalah pada sebelah kredit. Ini sejalan dengan akun laba bersih. Karenanya, jika utang usaha bertambah, maka dalam laporan arus kas, ia pun akan menambah laba bersih.

7. Utang Pajak Penghasilan

Perlakuan akun ini sama seperti utang usaha. Demikian juga saat menyesuaikan laba bersih.

Agar Anda memiliki gambaran tentang rumus pengerjaan laporan arus kas, berikut adalah bagan yang dapat Anda jadikan acuan:

Demikianlah sekelumit tentang laporan arus kas. Cukup lengkap, bukan? Kini Anda sudah siap untuk menyusun laporan arus kas perusahaan Anda sendiri. Nah, selamat mencoba!

Leave a Comment

%d bloggers like this:
Bitnami