Istilah dan Pengertian Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui

Istilah dan Pengertian Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui

Pengertian akuntansi sebagaimana dirangkumkan oleh Amin W. (1997) adalah kegiatan yang berkaitan dengan proses identifikasi, mengukur, mengklarifikasi, hingga membuat ikhtisar dari transaksi ekonomi, bersifat keuangan, yang nantinya dipakai dalam pengambilan keputusan di dalam perusahaan.

Ketika harus memilih mana yang paling cocok untuk digunakan, maka pertanyaan tersebut dapat dikembalikan lagi kepada pemegang kebijakan di dalam perusahaan. Namun, tentu saja sebelum dapat memilih mana bentuk akuntansi yang tepat untuk diterapkan, Anda perlu memahami pengertian dari masing-masing jenis akuntansi.

Akutansi Manajemen

Sesuai dengan namanya, akuntansi manajemen merupakan bentuk pencatatan transaksi keuangan hingga menjadi laporan keuangan. Laporan ini akan digunakan untuk keperluan jajaran majerial dan pemangku kebijakan di dalam perusahaan untuk mengambil keputusan.

Laporan keuangan yang dibuat akan menampilkan informasi berupa data-data historis transaksi keuangan perusahaan. Laporan keuangan akuntansi manajemen identik dengan data yang lebih rinci dan detail.

Bukan cuma itu, laporan akan dikelompokkan berdasarkan ranah manajerial yang berbeda.  Berikut ini adalah fungsi akuntansi manajemen berdasarkan ranah divisi yang umumnya ada di dalam sebuah perusahaan.

Fungsi Manajemen Humas

  • Divisi Produksi

Laporan keuangan yang didapat melalui akuntansi manajemen akan menjadi dasar pengambilan keputusan oleh Manajer Produksi. Informasi yang dibutuhkan oleh manajer produksi ini meliputi; harga pokok produksi (cost of good sold), biaya per unit yang diproduksi, biaya tenaga kerja langsung, hingga berbagai bentuk biaya lain yang juga memengaruhi proses produksi.

  • Divisi Pemasaran

Berbeda dengan kebutuhan informasi di dalam divisi pemasaran, manajer membutuhkan informasi yang berhubungan dengan penetapan harga jual produk. Bukan hanya itu, data juga harus mampu menampilkan perhitungan marketing fee, dasar data yang akan menentukan sistem penjualan apakah secara kredit atau tunai, sampai dengan angka peningkatan penjualan dari produk.

  • Divisi Keuangan

Lain halnya dengan manajer keuangan. Data yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan di dalam divisi ini berkaitan dengan pencatatan cost of fund, pendanaan modal kerja, tingkat pengembalian dari investasi yang dilakukan oleh perusahaan, rasio keuangan, hingga perhitungan pengembalian modal.

Setiap divisi tadi membutuhkan data yang dipakai untuk mengambil keputusan secara parsial, dalam artian spesifik untuk kegiatan departemennya. Namun, bagi para pemangku kebijakan atau top level management, maka data yang dibutuhkan bersifat lebih general.

Hal ini berkaitan dengan tingkat keputusan yang mencakup strategi penyusunan anggaran, opsi ekspansi bisnis, keputusan untuk melakukan diversifikasi produk, hingga berbagai kebijakan untuk investasi yang diperlukan. Seluruhnya akan bergantung pada data keuangan yang disajikan.

Akuntansi Biaya

Jika akuntansi manajemen menitikberatkan pada pengambilan keputusan bagi jajaran manajerial dari internail perusahaan, maka lain halnya dengan akuntansi biaya. Jenis akuntansi ini justru memanfaatkan laporan keuangan dari akuntansi biaya sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pihak-pihak eksternal dari perusahaan.

Pihak eksternal yang dimaksud ini meliputi pihak kreditor dan investor. Bahkan termasuk pula pihak eksternal dari manajemen perusahaan.

Akuntansi biaya secara definisi adalah kegiatan pencatatan segala transaksi keuangan dengan membuat pengklasifikasian dan pembuatan ikhtisar terhadap biaya-biaya produksi, penjualan produk, hingga jasa secara lengkap. Laporan akuntansi biaya umumnya juga dilengkapi dengan penjelasan agar memudahkan bagi pihak manajemen untuk membacanya.

Agar Anda bisa lebih memahami perihal akuntansi biaya ini, maka kami memberikan beberapa definisi yang menjadi dasar penerapannya.

Pengertian Akuntansi

  • Definisi berdasarkan Rayburn (1999)

Akuntansi biaya merupakan aktivitas yang dilakukan dengan maksud untuk melakukan identifikasi, pengukuran, pelaporan, hingga mengalisis seluruh biaya langsung dan tak langsung di dalam proses produksi hingga pemasaran dari barang ataupun jasa di dalam suatu perusahaan.

  • Definisi berdasarkan Datar, Foster, dan Horngren (2005)

Akuntansi biaya adalah ranah keilmuan yang membahas mengenai penyediaan data yang diperlukan dalam pencatatan akuntansi keuangan dan pengelolaan dari suatu perusahaan. Akuntansi biaya diandalkan untuk melakukan pengukuran dan pelaporan data baik bersifat keuangan maupun non-keuangan. Dalam hal ini termasuk informasi yang berkaitan dengan beban yang dibutuhkan dalam pemanfaatan sumber daya pada suatu organisasi.

  • Definisi berdasarkan Bastian dan Nurlela (2006)

Akuntansi biaya adalah ilmu akuntansi yang menitikberatkan pada teknik pencatatan, pengukuran, dan pelaporan data atau informasi terkait seluruh biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan produksi.

  • Definisi berdasarkan Kholmi dan Yuninsih (2009)

Akuntansi biaya adalah aktivitas yang meliputi pelacakan, pencatatan, pengelompokkan, hingga menghasilkan laporan lengkap dengan analisis atas beragam biaya yang berkaitan dengan proses produksi untuk menghasilkan barang ataupun jasa di dalam suatu perusahaan.

Selain berbagai definisi di atas, Anda juga perlu mengetahui fungsi dari akuntansi biaya berikut ini:

  • Menentukan Harga Pokok Produksi (HPP)

Akuntansi biaya akan membantu proses penetapan harga pokok produksi. Harga akan dipatok sedemikian rupa, sehingga terjangkau oleh target market yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Proses penetapan harga ini akan dilakukan dengan pencatatan, pengklasifikasian, kontrol, dan membuat ikhtisar biaya-biaya yang dikeluarkan selaam produksi berlangsung.

  • Untuk Membuat Perencanaan dan Mengendalikan Biaya yang Dikeluarkan

Dalam membuat perencanaan biaya, pihak manajemen tak hanya mesti merujuk pada data historis. Namun, dibutuhkan pula kemampuan memprediksi hal-hal yang mungkin dapat memengaruhi pengeluaran. Itulah sebabnya pihak manajemen harus mampu melakukan pengawasan atas kemungkinan terjadinya penyimpangan biaya. Jika memang ditemukan adanya penyimpangan, maka manajemen mesti melakukan analisis hingga mengambil langkah sigap untuk mencari solusi yang diperlukan.

Siklus Akuntansi

Setelah mengetahui pengertian akuntansi manajemen dan akuntansi biaya, maka saatnya membahas siklus akuntansi. Hal terpenting yang perlu Anda ketahui mengenai siklus akuntansi adalah bahwa aktivitas ini berlaku secara general dalam semua jenis akuntansi.

Secara definisi, siklus akuntansi merupakan kegiatan pencatatan seluruh bukti transaksi yang dilakukan secara sistematis, sehingga akhirnya menghasilkan laporan keuangan. Sesuai dengan namanya, siklus akuntansi selalu berulang.

Tahapan proses dalam siklus akuntansi cukup mudah untuk dilaksanakan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam siklus akuntansi yang bisa Anda ikuti.

  • Pengumpulan dan Tahap Analisis Data

Untuk membuat pembukuan, Anda harus mengumpulkan seluruh bukti transaksi keuangan. Ada beragam bentuk bukti yang mesti Anda kumpulkan, diantaranya berupa kuitansi, akte, wesel, surat pernyataan utang-piutang, surat perjanjian, dan sejenisnya.

Berdasarkan data berupa bukti transaksi tersebut, barulah Anda bisa mengidentifikasi serta melakukan analisis terhadap kebenaran transaksi baik dari sisi nilai maupun waktu. Pada tahap ini, Anda harus sangat teliti. Anda pun harus memastikan bukti transaksi benar-benar lengkap.

  • Pencatatan Nilai Transaksi

Tahap ini juga dikenal dengan proses pembuatan jurnal. Proses penjurnalan sebaiknya dilakukan setiap kali terjadi transaksi. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari kemungkinan kesalahan pencatatan nilai maupun waktu transaksi.

Dalam hal pencatatan Anda tak mesti melakukannya secara manual. Sekarang ini sudah banyak tersedia software akuntansi yang akan memudahkan proses penjurnalan transaksi keuangan perusahaan Anda.

  • Pengelompokkan Akun

Seluruh transaksi yang tadinya dicatatkan tanpa pengelompokkan khusus di dalam jurnal, maka kini harus dipisahkan berdasarkan jenis transaksinya. Pembagian umumnya dilakukan berdasarkan transaksi kas, utang, piutang, atau pembayaran.

Proses pengelompokkan ini, dikenal dengan sebutan buku besar. Pada setiap buku besar, Anda hanya akan menuliskan satu jenis transaksi. Anda pun akan bisa melihat transaksi yang ada dengan lebih rapi dan sistematis. Nantinya, Anda pun bisa melihat saldo akhir yang bisa berupa kredit atau debit.

  • Neraca Percobaan

Dalam siklus akuntansi dikenal istilah penutupan buku. Pada tahap penutupan buku ini, Anda harus membuat neraca percobaan (trial balance). Caranya sangat mudah, yakni dengan menjumlahkan seluruh transaksi dengan saldo kredit dan juga menjumlahkan semua transaksi bersaldo debit secara terpisah.

Hasil penjumlahan masing-masing kemudian dibandingkan. Bila seimbang atau balance, maka pembukuan telah dibuat dengan tepat. Sebaliknya, bila terdapat ketidakseimbangan maka biasanya ada transaksi di dalam pembukuan yang terlewat atau salah hitung.

  • Menyusun Laporan Keuangan

Tahap terakhir ini baru bisa dilaksanakan ketika neraca percobaan yang Anda buat telah seimbang. Pada tahap ini, Anda akan membuat empat jenis laporan yakni:

1. Laporan Laba Rugi

Laporan ini akan menunjukkan hasil akhir berupa laba atau rugi yang dialami perusahaan dalam satu kurun waktu tertentu.

2. Neraca

Laporan ini akan menunjukkan posisi keuangan perusahaan.

3. Laporan Arus Kas

Laporan ini berisi pencatatan transaksi keluar dan masuk yang terjadi di satu kurun waktu tertentu.

4. Laporan Perubahan Modal

Laporan ini akan menampilkan kondisi perubahan ekuitas yang dimiliki pemegang saham perusahaan di dalam periode tertentu.

Bila kelima tahap tersebut dilakukan dengan benar, Anda akan memperoleh pembukuan yang tepat.

Laporan Keuangan Balance Sheet

Sistem Informasi Akuntansi

Kebutuhan penyusunan laporan keuangan dalam tempo yang singkat namun tetap akurat, mendorong dibuatnya sistem informasi akuntansi. Sistemini dirancang sedemikian rupa untuk membantu tidak hanya proses pencatatan transaksi keuangan bahkan hingga tahap analisis akuntansi secara detail dan akurat.

Penggunaan sistem informasi akuntansi sendiri telah banyak diterapkan di berbagai perusahaan besar. Bahkan, tak sedikit perusahaan dan institusi kecil dan menengah yang juga mulai menggunakan sistem serupa. Alasannya tak lain untuk meningkatkan efektifitas dan produktivitas perusahaan.

Untuk lebih memahami sistem informasi akuntansi (SIA), berikut ini adalah beberapa fungsi dari SIA yang bisa Anda simak:

  • Untuk menghimpun dan menjadi wadah penyimpanan data transaksional dari perusahaan.
  • Berperan dalam memproses data untuk menjadi informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan oleh para pemangku kebijakan.
  • Memegang fungsi kontrol atas aset perusahan dengan efektif dan efisien.
  • Untuk menekan biaya produksi serta meningkatkan kualitasnya, dengan demikian perusahaan pun dapat memperoleh laba yang lebih tinggi.
  • Meningkatkan efisiensi kinerja di ranah keuangan
  • Memudahkan proses transfer informasi dan pengetahuan seputar transaksi perusahaan.

Selain fungsi dari SIA, Anda juga perlu mengenali kelima komponen yang terdapat di dalam sistem ini. Berikut uraian singkatnya:

1. Manusia

Sebagai pelaku yang menjalankan SIA.

2. Transaksi

Sebagai objek yang akan diolah dan dianalisis oleh pengguna SIA.

3. Prosedur

Tahapan atau alur yang harus dilakukan dalam pencatatan transaksi.

4. Dokumen

Berupa catatan dan bukti transaksi yang berlangsung.

5. Peralatan

Media atau alat yang dipakai dalam menjalankan SIA.

Bukan cuma memiliki 5 komponen, sistem informasi akuntansi juga terbagi ke dalam tiga subsistem. Ketiga subsistem ini dirancang untuk meningkatkan performa sistem informasi akuntansi, sekaligus membuat akurasi sistem menjadi lebih baik lagi. Berikut adalah ketiga subsistem tersebut:

  • Sistem Pemrosesan Transaksi yang digunakan untuk menyokong pemrosesan transaksi harian.
  • SIstem Pelaporan Keuangan yang dimanfaatkan untuk menyusun pembukuan yang meliputi laporan laba-rugi, neraca, laporan arus kas, hingga laporan pengembalian pajak.
  • Sistem Pelaporan Manajemen yang dipakai dalam pengaturan seluruh laporan keuangan maupun laporan aktivitas perusahaan lainnya, sehingga memudahkan dalam proses pengambilan keputusan.

Sejarah Akuntansi

Berbicara mengenai asal usul akuntansi, maka hal ini tak dapat dipisahkan dari kehadiran bab berjudul “Tractatus de Computies et Scriptoris” di dalam buku “Summa de Aritmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita” yang disusun oleh Lucas Pacioli pada tahun 1494. Pembahasan di dalam bab tersebut mengungkapkan tentang sistem pembukuan berpasangan.

Pengertian Akuntansi Indonesia
flickr.com/lungstruck

Sistem pembukuan berpasangan lebih umum dikenal dengan sebutan sistem kontinental. Sistem ini memungkinkan seluruh transaksi untuk dicatat ke dalam kelompok kredit dan debit. Transaksi yang dicatat ke dalam kedua bagian tersebut mestilah berimbang.

Melalui sistem pembukuan inilah dapat dilihat transaksi yang dilakukan, saldo akhir apakah laba atau rugi, hingga posisi modal atau aset dari pemilik perusahaan. Dengan demikian pemangku kebijakan tertinggi pun dapat mengambil langkah strategis yang diperlukan.

Dalam perkembangannya, sistem akuntansi pun dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh penamaan yang merujuk pada lokasi negara tempat pengembangan sistem pembukuan ini dilakukan atau nama dari orang yang mengembangkannya.

Meski ada beberapa penyebutan akuntansi lain, akan tetapi dua nama yang paling dikenal adalah Sistem Kontinental dari Belanda dan Sistem Anglo Saxon dari Amerika Serikat. Sistem Anglo Saxon dikenal sebagai jenis yang paling banyak digunakan di dunia.

Sejarah Akuntansi di Indonesia

Lalu, bagaimana dengan sejarah akuntansi di tanah air? Bila membahas tentang perkembangan akuntansi di Indonesia maka kita harus memulainya dari sejarah pembukuan pertama yang dilakukan di era penjajahan Belanda.

Pada tahun 1747, pembukuan mulai dilakukan di Jakarta oleh Amphioen Societeit. Belanda sendiri sebenarnya menerapkan sistem akuntansi yang menggunakan pembukuan berpasangan (double entry bookeping) yang juga dikenal sebagai Sistem Kontinental.

Yang menarik, meski dikatakan bahwa sistem ini merupakan tipe akuntansi, kenyataannya justru sistem kontinental hanya bagian dari akuntansi yang kita pahami sekarang. Pasalnya, sistem tersebut hanya berupa pembukuan saja.

Perkembangan sistem pencatatan keuangan yang terus berkembang pun membuat sistem akuntansi menjadi lebih komprehensif. Berangsur-angsur, sistem pembukuan atau kontinental pun ditinggalkan. Para akuntan beralih pada sistem Anglo Saxon yang dianggap lebih kompatibel.

Sejarah juga mencatat bahwa mulanya memang hanya ada satu akuntan yang merupakan berdarah Indonesia, yakni Prof. Dr. Abutari. Beliau dikenal mulai menjalankan profesi ini pada tahun 1947.

Sampai kemudian secara bertahap dilakukan langkah untuk menasionalisasikan seluruh perusahaan yang semula dikelola oleh Belanda. Imbas dari proses nasionalisasi pun terasa dari meningkatnya kebutuhan akan tenaga profesi akuntan. Hal yang mana mendorong dibukanya sejumlah institusi pendidikan maupun jurusan di bidang akuntansi pada sepanjang tahun 1952 sampai dengan 1964.

Selain mengembangkan berbagai institusi pendidikan, pemerintah Indonesia juga menerbitkan sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan peraturan laporan keuangan. Inilah beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah:

  • Diberlakukannya Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) melalui Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada September 1994.
  • Untuk mendukung proses pengembangan aturan di ranah akuntansi sekaligus meningkatkan kompetensi profesi dibidang ini, maka pemerintah pun menjalankan kerja sama dengan Bank Dunia (World Bank).
  • Mulai diberlakukannya aturan terkait akuntansi yang termaktub dalam Undang-Undang Perseroan terbatas sejak tahun 1995.
  • Pembahasan mengenai akuntansi mulai dimasukkan ke dalam Undang Undang Pasar Modal pada tahun 1995.

Dasar-Dasar Akuntansi

Tidak hanya sejarah akuntansi yang perlu Anda ketahui, tapi juga dasar-dasar akuntansi. Berikut adalah poin-poin dasar akuntansi.

Manajemen Keuangan

  • Akun

Beradasarkan namanya, akun memiliki arti sebagai wadah pencatatan transaksi yang disusun secara sistematis menurut tanggal. Akun tidak hanya dikenali dari namanya, tapi juga kode yang merupakan penomoran dari setiap akun yang berbeda-beda. Nantinya kode ini bermanfaat dalam pengklasifikasian akun yang dicatat di dalam jurnal untuk kemudian dipindahkan ke buku besar.

  • Debit dan Kredit

Debit adalah istilah untuk akun aset dan beban dengan saldo yang normal. Posisi saldo ini terletak di sebelah kiri. Penulisan debit dilakukan bila ada aset atau beban yang bertambah.

Sebaliknya, kredit terletak di bagian kanan dan menunjukkan akun utang, modal, dan pendapatan dengan saldo yang normal. Jika ketiga jenis akun ini bertambah maka dituliskan di sebelah kanan.

  • Jurnal

Inilah tahap pencatatan transaksi keuangan yang terjadi, dengan merujuk pada bukti-bukti yang ada. Terdapat beberapa jenis jurnal, antara lain: jurnal umum, jurnal penerimaan dan pengeluaran kas, jurnal penutup, jurnal khusus, dan jurnal pembalik.

  • Buku Besar

Poin ini menekankan pada pemindahan data transaksi dari jurnal ke dalam buku besar. Setiap transaksi akan dikelompokkan berdasarkan jenis akunnya masing-masing.

  • Neraca Percobaan

Neraca ini dibuat dengan maksud untuk melihat keseimbangan antara sisi debit dengan sisi kredit.

  • Menyajikan Laporan Keuangan

Inilah rangkuman keseluruhan transaksi dan aktifita keuangan dari perusahaan yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan oleh para pemegang kebijakan.

Pengantar Akuntansi

Untuk mengenal akuntansi lebih jauh, Anda memang mesti memahami berbagai karakteristik dari sistem pencatatan ini. Mulai dari definisinya, komponen, hingga cara menyusun laporan keuangan secara menyeluruh.

Artikel ini telah memaparkan mulai dari pengertian akuntansi termasuk beberapa definisi akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan. Agar dapat menguasai sistem akuntansi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan orang yang berkompeten di bidang ini.

Leave a Comment

%d bloggers like this:
Bitnami